Dishub NTT Minta Pemudik Manfaatkan Loket Resmi, Tak Terjebak Rayuan Calo

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

KUPANG - Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta para pemudik yang akan memanfaatkan jasa layanan mudik baik darat, laut maupun udara untuk memanfaatkan loket tiket resmi dan jangan terjebak rayuan calo.

"Ini demi kenyamanan dan keamanan para pemudik sendiri, karena dengan membeli di loket tiket resmi akan memberikan kepastian bagi pemudik itu," kata Kepala Dinas Pehubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Richard Djami, di Kupang, Selasa (20/6/2017).

Menurut dia, ada konsekuensi yang akan diterima para calon penumpang jika membeli tiket dari tangan calo. Salah satu risikonya adalah harga yang sangat mahal. Selain itu juga belum memberikan kepastian keberangkatan. Karena itu, diimbau untuk membelinya di loket resmi sehingga jaminan harga dan kepastian keberangkatan bisa lebih pasti.

Para pemudik bisa meminta bantuan petugas yang siaga pada setiap posko terpadu di lokasi pelayanan perjalanan, baik di darat, laut maupun udara. Para petugas akan siap membantu para pemudik menuju tempat loket resmi pembelian tiketnya.

Dia mengatakan, pembuatan posko terpadu untuk melayani kepentingan para pemudik termasuk pengaduan dan laporan kemungkinan terjadi tindak pidana yang dialami. "Ya, bisa saja terjadi penjambretan dan atau semacamnya dan ini bisa melaporkan di posko terpadu yang ada," katanya pula.

Semua titik layanan, seperti Bandara El Tari Kupang dan Pelabuhan Lontar di Tenau Kupang memiliki masing-masing satu posko terpadu. "Untuk posko pusat sebagai posko koordinasi dibangun di kantor Dinas Perhubungan NTT Bidang LLAJ dan dimanfaatkan untuk kepentingan memaksimalkan layanan bagi para pemudik daerah itu," katanya lagi.

Meskipun Posko Mudik lebaran 2017 Dinas Perhubungan Provinsi NTT hanya beranggotakan personel internal, namun koordinasi dengan mitra layanan mudik, seperti PT Angkasa Pura I Bandara El Tari, PT Pelni, Pelindo Kupang, navigasi, dan aparat lainnya terus dilakukan.

Hal itu untuk memastikan layanan kepada para pemudik berjalan maksimal, sempurna dan tidak berpeluang menimbulkan kekacauan bagi para calon penumpang. Khusus untuk angkutan darat, Dinas Perhubungan tetap memaksimalkan angkutan bus Damri.

Damri akan tetap menerapkan sistem komersial dengan layanan prima, namun untuk melayani beberapa rute yang sangat minim pemasukan, pemerintah memberikan subsidi khusus.

Sedangkan pada jasa perhubungan udara dan laut, Dinas Perhubungan terus meminta mitra di Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Pelabuhan Tenau, Pelindo, navigasi dan KSOP untuk meningkatkan layanan prima yang berkualitas bagi para pemudik.

Dinas Perhubungan NTT akan terus melakukan koordinasi dan membangun komunikasi untuk kepentingan pelayanan angkutan mudik yang berkualitas, nyaman, dan aman dengan seluruh mitra layanan mudik yang ada.

Menurut dia, setiap mitra layanan mudik bahkan sudah diminta mendirikan pos sebagai pusat pelayanan terintegrasi untuk pemudik. Pos mudik berfungsi sebagai wadah pelayanan dan penerimaan pengaduan pemudik jika menemukan sejumlah situasi yang tidak menyenangkan.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Wahyudi mengatakan, telah mengaktifkan posko terpadu pelayanan penumpang arus mudik dan balik Lebaran 2017 di bandara tersebut.

Menurut dia, posko itu akan sangat terbuka untuk setiap penumpang yang membutuhkan layanan demi kenyamanan dan keamanan penerbangan nantinya.

Sejumlah personel dari beberapa instansi ditempatkan dalam pos itu, masing-masing dari personel TNI AU, Polri, Karantina Kesehatan Pelabuhan, Basarnas, dan personel Angkasa Pura.

(qlh)
Live Streaming
Logo
breaking news x