Miris! Hutan Lindung Sarang Ikan di Bangka Rusak Akibat Tambang Ilegal

Tambang di lokasi Saring Ikan (Foto: Arsan/Okezone)

Tambang di lokasi Saring Ikan (Foto: Arsan/Okezone)

BANGKA - Aktivitas tambang inkonvensional (TI) Bangka Belitung semakin marak dan objek penambangan hampir mencakup ke segala aspek ekosistem alam seperti wilayah darat dan laut yang tentunya merusak alam lingkungan.

Seiring pesatnya kemajuan teknologi membuat kegiatan penambangan Bangka Belitung pun sudah menggunakan peralatan mesin yang memadai seperti alat berat. Beberapa area yang dilindungi pemerintah daerah kini pun ditambang oleh para penambang liar. Contohnya saja kawasan Hutan Lindung (HL) Sarang Ikan di Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Babel.

Objek penambangan terutama dalam ruang lingkup kerja wilayah hutan konservasi yang menjadi sasaran pertambangan rakyat sehingga membuat area hutan di Bangka Belitung semakin rusak dan terancam keberadaannya. Hal ini menambah permasalahan global atas pembalakan liar di hutan pulau Bangka. Beberapa area yang dilindungi pemerintah daerah kini pun ditambang oleh penambang liar.

Salah satunya di kawasan Hutan Lindung Sarang Ikan yang merupakan kawasan larangan menambang. Di lokasi terlarang ini sedikitnya belasan unit alat berat jenis eskavator Becho/PC beroperasi di titik penambangan dan otomatis kerusakan lingkungan pun semakin menjadi akibat penambangan ilegal pasir timah.

Tak hanya kawasan hutan lindung itu, kegiatan penambangan ilegal ini kian menjamur di sejumlah lokasi di kawasan Lubuk Besar, Bangka Tengah seperti tambang inkonvensional (TI) maupun tambang nonkonvensional (TN).

Meski pihak kepolisian dan pemerintah daerah telah menertibtkan tambang timah illegal, namun, aktivitas ini tetap berjalan mulus. Hal tersebut lantaran lokasi tambang ini sangat jauh dari ibu kota. Terlebih lagi akses jalan menuju Desa Lubuk Besar sangat sulit untuk dilalui kendaraan roda empat.

Selain itu, aktivitas penambangan ilegal di kawasan hutan lindung itu diduga dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum. Kapolda Bangka Belitung, Brigjen (Pol) Anton Wahono mengungkapkan, sebelumnya petugas kepolisian telah merazia aktivitas penambangan ilegal di wilayah Pangkalpinang, Sungailiat, Jebus, dan termasuk wilayah Lubuk Besar, Bangka Tengah.

"Kita sudah merazia, ada dua yang ditangkap. Sebelumnya juga kita sudah melakukan razia di kawasan Pangkalpinang, Sungailiat, dan Jebus semuanya kita razia dan tertibkan, termasuk juga di kawasan Lubuk Besar," ujarnya kepada wartawan di Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu Anton juga menegaskan, bahwa tidak ada aparat penegak hukum yang kebal hukum. Jika terbukti ada yang terlibat membekingi aktivitas penambangan ilegal akan dihukum.

"Tidak ada aparat yang kebal hukum. Semua hukum, hukum sebagai panglima. Tidak ada beking-bekingan, semua kita tertibkan. Saya juga sampaikan ada Pak Danrem di sini, tidak ada beking-bekingan. Semua hukum kita mainkan,” tuturnya usai acara pisah sambut Komandan Korem 045 Garuda Jaya.

(ran)
Live Streaming
Logo
breaking news x