Hari Pertama Operasi Pengamanan Lebaran, Polda Sumut Tangkap 40 Preman dan Begal

Ilustrasi (shutterstock)

Ilustrasi (shutterstock)

MEDAN - Selama 16 hari, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meningkatkan keamanan untuk perayaan Lebaran 2017 atau Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Tak main-main, pada hari pertama operasi pengamanan Lebaran, Senin 19 Juni 2017, Polda Sumut menangkap 40 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus premanisme, begal, perampokan dan perjudian.

Dalam operasi pengungkapan kasus judi, Polda Sumut menetapkan 35 orang tersangka dalam 28 kasus. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memeras masyarakat saat menjelang Ramadan.

Sedangkan untuk kasus begal, polisi menetapkan 3 orang tersangka. Serta 2 orang tersangka pada kasus perjudian. Barang bukti yang diamankan polisi yakni karcis kendaraan bermotor, uang tunai, sepeda motor dan mesin judi.

"Operasi premanisme untuk melakukan Kegiatan Kepolisian Yang ditingkatkan (K2YT) dengan sasaran premanisme di pusat Perbelanjaan, terminal, stasiun penyeberangan ASDP, tempat rekreasi secara serentak setiap hari dengan tujuan memberikan rasa aman kepada para pemudik yang Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah," jelas Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (20/6/2017).

Operasi pengamanan lebaran dengan Sandi "Ramadniya-Toba 2017" itu akan berlangsung hingga 4 Juli 2017 guna mengantisipasi kriminalitas seperti copet, jambret, penodongan, hipnotis, pembiusan.

"Kita jaga keamanan dan ketertiban bersama. Tetap waspada tindak kejahatan. Segera hubungi pihak kepolisian jika melihat aksi kejahatan," pungkas AKBP MP Nainggolan.

(ris)
Live Streaming
Logo
breaking news x