Awas Praktek Jual Beli Bangku dalam PPDB!

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

DEPOK – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto, menyatakan bahwa Kota Depok dan Kota Bandung merupakan daerah yang paling banyak dikeluhan mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khususnya SMA. Komisi V yang menangani soal pendidikan pun ikut turun dalam pengawasan tersebut.

“Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kota besar yang ada di Jawa Barat seperti Bandung, Bekasi, Cirebon dan juga Depok banyak masalah soal PPDB. Yang paling banyak Depok dan Bandung,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat itu saat melakukan reses di Kota Depok.

Waras juga mengultimatum kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak curang dalam proses PPDB kali ini. “Karena pengelolaan SMA sudah ada di Provinsi, maka kami akan terus pantau PPDB ini. Ada rawan kecurangan dijalur non-akademik. Misalnya, kuota penerimaan di jalur tersebut 40 persen tapi yang diberikan untuk bina lingkungan, anak tidak mampu, disabilitas itu hanya 20 persen, sisanya malah disembunyikan dan dibisniskan. Tidak boleh itu,” tandasnya.

Jika ada orangtua yang dirugikan dengan praktek kotor tersebut, bisa mengdukan hal tersebut ke DPRD Kota Depok. “Nanti laporan tersebut akan diteruskan ke kami DPRD Provinsi Jawa barat. Karena kewenangannya sudah di provinsi,” jelasnya.

Ia pun tidak menampik jika berebutnya orangtua memasukan anaknya ke SMA negeri karena jumlah sekolah yang masih kurang. “Dari total kebutuhan SMA negeri, kurangannya hampir 400 ribu se-Jawa Barat. Solusinya mulai 2018, provinsi akan membuat SMA terbuka yang setara dengan SMA negeri. Nantinya dibangun menggunakan asset dan anggaran provinsi di setiap daerah di Jawa Barat," beber dia.(afr)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x