Image

Dukung Gus Ipul di Pilgub Jatim, PKB Minta Khofifah Fokus di Kemensos

Ketum DPP PKB, H Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. Okezone)

Ketum DPP PKB, H Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Abdul Muhaimin Iskandar berharap warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur (Jatim) untuk bersatu dalam Pilkada Jatim pada tahun 2018 mendatang.

"Kami serius mendorong keluarga besar NU bersatu, termasuk Khofifah Indarparawansa," kata Muhaimin, di Jakarta, Senin (10/7/2017).

Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar juga meminta Khofifah agar tetap fokus melanjutkan karya-karya cemerlangnya di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Beliau adalah salah satu kader NU yang paling kami banggakan, yang dengan posisinya saat ini, telah mampu berkontribusi besar bagi umat dan rakyat, bukan hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia," pujinya.

Di sisi lain, kata Cak Imin, tugas berat membutuhkan NU yang kompak, dan yang umatnya saling percaya.

"Menguatkan NU berarti mengokohkan NKRI. Bagi PKB, belum kami temukan tugas politik lain yang lebih penting daripada ini," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut Pilkada Jatim bisa menjadi momentum penyatuan umat dan ulama dalam memilih pemimpinnya.

Menurut dia, pilkada hanyalah peristiwa politik biasa dalam demokrasi di Tanah Air. Namun demikian, jika peristiwa demokrasi itu gagal dikelola dengan baik dan benar, maka lukanya akan mewariskan polarisasi sosial mendalam dan bisa bertahan bahkan jauh setelah event politik itu usai.

Oleh karena itu, kata dia, alangkah beratnya tugas yang dipikul di pundak Nahdlatul Ulama (NU) di era serba digital dan virtual saat ini.

"Di satu sisi, umat yang telah menjadi bagian jamaah harus tetap diurus dan dijaga. Namun di sisi lain, umat yang masih berseberangan pun perlu segera dirangkul dan dipanggil pulang," kata tokoh muda Islam itu.

Ia menambahkan, berdasarkan harapan dan kecemasan itu, maka PKB menyetujui permintaan para kiai sepuh, agar mendukung Gus Ipul (Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-red) , yang berisiko menggeser Ketua DPW PKB, sebagai calon gubernur Jatim dalam pilkada tahun 2018.

"Kami mengesampingkan fakta bahwa kami adalah partai terbesar di sana, dan cukup kuat untuk mendukung ketuanya sendiri. Kami membatalkan berbulan-bulan persiapan mengusung Abdul Halim Iskandar, pimpinan senior yang dibanggakan dan dipercaya para kader, untuk mencalonkan diri," terang Cak Imin.

Sehingga, kata dia, saat dihadapkan pada tugas menyatukan umat dan menjaga bangsa dari radikalisasi Islam, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar. "Makanya, kami mendorong keluarga besar NU untuk bersatu," tutup dia.

(put)
Live Streaming
Logo
breaking news x