Image

Dicopot atau Disidik, Nasib PM Pakistan Tergantung Sidang MA

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif (Foto: Reuters)

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif (Foto: Reuters)

ISLAMABAD – Mahkamah Agung (MA) Pakistan memulai sidang dengar pendapat yang akan menentukan nasib Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif. MA tengah mempertimbangkan apakah Sharif wajib mengikuti persidangan atau bahkan dicopot dari jabatannya.

Panel persidangan memeriksa dengan seksama dokumen setebal 254 halaman terkait kekayaan yang dimiliki keluarga Nawaz Sharif. Hanya sedikit orang yang yakin sang perdana menteri akan selamat dari proses hukum kali ini. Sharif sendiri mengutarakan kekecewaannya terkait tuduhan kepadanya.

“Sangat menyakitkan meski kita sudah bekerja keras, selalu ada upaya untuk mendorong negara ini menuju kemunduran,” tutur Nawaz Sharif kepada legislator asal Partai PML-N di parlemen, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (17/7/2017).

Sebelumnya, MA Pakistan memerintahkan untuk menggelar penyelidikan atas kasus dugaan korupsi Sharif pada April 2017. Dua dari lima juri di pengadilan merekomendasikan Sharif untuk mengundurkan diri tetapi mereka kalah suara.

Tuduhan korupsi itu muncul setelah nama putrinya, Maryam Sharif, dan dua putra lainnya muncul dalam daftar Panama Papers sebagai pemilik dua perusahaan yang terdaftar di Pulau Virgin Inggris. Sharif dan anak-anaknya dituduh menggunakan perusahaan offshore untuk membeli properti di London, Inggris, tanpa terdaftar sebagai hartanya.

Nawaz Sharif dan keluarga membantah semua tuduhan itu dan menyatakan diri tidak bersalah. Pada 2016, ia sempat mengatakan semua hartanya didapat dengan cara-cara legal dalam jangka puluhan tahun sebelum masuk ke politik dan tidak ada uang yang disedot ke luar negeri.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x