Image

Syarat Keadilan Pemilu Ditegaskan Melalui Presidential Threshold 0%

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Dokumentasi Okezone)

Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA – Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu hingga kini masih dibahas oleh DPR dan pemerintah. Terdapat lima isu krusial pembahasan yang sedang diperjuangkan, salah satunya yang sangat penting adalah ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 0 persen.

Sejumlah pihak mengatakan, presidential threshold sejatinya harus ditiadakan alias 0 persen. Sebab, konstitusi negara mengharuskan syarat demikian demi terciptanya keadilan dalam pemilu yang akan digelar serentak pada 2019.

"Kalau memang melihat UUD 1945 memang seharusnya 0 persen. Pemilu serentak ini ibarat (awal) pertandingan, jadi masih 0-0 (skornya)," kata Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, saat berbincang dengan Okezone, Minggu 16 Juli 2017.

Ia menilai keinginan pemerintah dan fraksi pendukungnya di DPR terkait presidential threshold dipatok sebesar 20–25 persen merupakan bentuk ketidaksiapan partai politik dalam menghadapi pemilu serentak.

Dosen ilmu politik Universitas 17 Agustus 1945 ini melanjutkan, ditinjau dari segi apa pun penerapan presidential threshold dengan angka 20–25 persen tidaklah adil. Alasannya, pemilu serentak baru diterapkan untuk pertama kalinya.

"Itu tidak adil. Jadi ini kan sama-sama di posisi 0 kalau diibaratkan dalam suatu pertandingan. Tidak adil dan tidak patut," ucap Fernando.

Sebagaimana diketahui, selain presidential threshold, empat isu krusial lainnya di dalam pembahasan RUU Pemilu yakni parliamentary threshold, sistem pemilu, alokasi kursi, dan metode konversi suara. Ada total lima paket yang berisi pilihan mengenai lima isu krusial tersebut yang akan ditetapkan di paripurna mendatang.

Dari 10 fraksi di DPR, lima di antaranya menghendaki opsi paket A, yakni yang memuat presidential threshold 20–25 persen. Sedangkan lima fraksi sisanya menginginkan hal ini langsung diputuskan di rapat paripurna.

(han)
Live Streaming
Logo
breaking news x