Image

TOP NEWS (7): Tolong! Selain Menderita Hydrocephalus, Bayi di Bangli Ini Terlahir Tanpa Rahang Atas

Ilustrasi (Foto: Balipost)

Ilustrasi (Foto: Balipost)

BANGLI – Memprihatinkan kondisi Ni Ketut Meina Krisnawati. Bayi berusia dua bulan yang tinggal di Banjar Belok Desa Yangapi, Tembuku ini menderita penyakit hydrocephalus. Ukuran kepala bayi mungil ini membesar, melebihi ukuran kepala bayi normal pada umumnya.

Sejak lahir, anak keempat pasangan Made Sartini (37) dan Nengah Milu (41) ini tak bisa menyusu secara langsung karena organ hidung dan bibirnya yang tidak normal. Ditemui di rumahnya, Meina tampak anteng di dekapan ibunya. Ditemani ketiga kakak perempuannya, Meina diberikan susu formula oleh ibunya Sartini dengan bantuan sendok. Hal itu terpaksa dilakukan Sartini lantaran kondisi Meina yang tidak memungkinkan untuk menyusui langsung dari payudaranya maupun menggunakan botol dot.

Selain mengalami hydrocephalus, Meina terlahir tanpa rahang atas. Bagian hidungnya juga tidak tumbuh secara normal. Mata kiri Meina tidak bisa melihat secara normal karena tertutupi selaput. “Walaupun kondisinya seperti ini, tapi anak saya selama ini tidak pernah rewel,” ujarnya.

Sartini menuturkan bahwa anak keempatnya ini dilahirkannya pada 2 Mei lalu di RSU Bangli. Meina lahir melalui operasi caesar, saat kandungannya berusia delapan bulan. Meina lahir dengan bobot tubuh 3,8 kilogram dan panjang 45 cm.

Semasa mengandung Meina, Sartini mengaku cukup rutin melakukan kontrol kehamilan ke bidan yang ada di lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga Bangli. Selama mengandung, Sartini tidak pernah merasakan adanya gejala yang aneh pada kandungannya. “Tidak ada gejala. Normal seperti tiga kakaknya yang lain,” ujarnya.

Baca berita selanjutnya di sini.

(tty)
Live Streaming
Logo
breaking news x