Image

TOP NEWS (10): Miris! Perdana Masuk Sekolah, Anak-Anak Sinabung Belajar Beratapkan Langit

Ilustrasi (Foto: Wahyudi/Okezone)

Ilustrasi (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN – Banyak anak yang senang masuk sekolah untuk kali dan belajar di kelas. Berbeda dengan puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang terpaksa belajar di luar ruangan pada hari pertama sekolah.

Mereka harus belajar dengan beratapkan langit, beralaskan tanah dan berdindingkan angin. Yang makin ironis, para siswa juga harus merasakan perihnya abu vulkanik gunung api Sinabung yang hingga kini masih terus erupsi. Sekolah mereka memang berada di kawasan terdampak erupsi di kaki gunung Sinabung.

Kepala Sekolah SD Desa Gung Pinto, Heriani Sembiring mengatakan, para siswa terpaksa belajar di luar ruangan karena tenda yang biasanya menjadi tempat kegiatan belajar mengajar para siswa telah rusak diterjang angin dan debu saat erupsi gunung Sinabung terjadi.

Tenda terpal plastik berwarna biru itu sendiri didirikan di bekas areal kebun warga sejak bulan Januari 2017. Tenda itu merupakan sarana pengganti gedung sekolah yang mengalami kerusakan akibat terdampak erupsi.

"Kasihan kali lah anak-anak ini. Ada 81 orang. 34 perempuan dan sisanya laki-laki. Mereka harus belajar di luar begini. Panas-panasan dan beralaskan tanah. Apalagi ini lagi musim angin dan abu berterbangan," kata Heriani.

Baca berita selengkapnya di sini.

(tty)
Live Streaming
Logo
breaking news x