Image

Marak Aksi Bullying, DPR Sebut karena Pergeseran Sistem Pendidikan

Anggota DPR RI Komisi VIII KH Maman Imanulhaq (Foto: Heru Haryono/Okezone)

Anggota DPR RI Komisi VIII KH Maman Imanulhaq (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Immanulhaq menilai aksi bullying yang terjadi selama ini akibat sistem pendidikan yang telah bergeser. Pergeseran sistem itu, kata maman, mengakibatkan maraknya aksi bullying yang dialami korban baik tingkat sekolah hingga kampus.

“Pendidikan sekarang membuat anak didik seperti robot, mereka hanya dimasukan pengetahuan saja, bukan (dimasukkan) pendidikan, bukan (menumbuhkan) pembangunan karakter,” kata Maman Immanulhaq dalam diskusi Redbons, Selasa (18/7/2017).

Maman mengaku prihatin terhadap sistem pendidikan saat ini. Sebuah sistem pendidikan kata dia harus lebih memanusiakan manusia. Ia mencontohkan seperti sebuah pesantren yang diasuh langsung dalam 24 jam oleh ustadz dan guru asuh pesantren.

“Santri-santri dan siswa asuh dalam satu tempat seperti orang tua asuh dan seperti mengasuh anak sendiri. Terkadang saat kita berbuat salah hanya akan diberikan alternatif menarik. Saya dulu saat saat kedapatan nonton televisi di pesantren malah didoakan sama kiai,” ujar Maman.

Maman juga mempertanyakan kasus bullying yang dialami seorang mahasiswa kampus. Ia heran dengan status kampus yang seharusnya menciptakan mahasiswa yang berintelektual, ramah, humanis, malah berubah reaktif dan anti-keadaban.

“Jangan-jangan salah istilah juga. Di kita yang namanya beradab itu tiba-tiba biadab. Dalam bahasa arab bil adabin artinya dengan akhlak. Artinya kita sudah kehilangan akhlak. Kita harus introspeksi diri untuk memperbaiki kasus ini,” tutur Maman.

Dua kasus bullying belakangan viral di media sosial. Satu kasus dialami oleh mahasiswa autis di Universitas Gunadarma beberapa waktu lalu. Terakhir kasus seorang siswa di-bully oleh beberapa siswa-siswi SMP di Thamrin City.

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x