tragedi sukhoi

Hasil 'Karya' Noordin M Top di Indonesia

Muhammad Saifullah - Okezone
Rabu, 7 Oktober 2009 23:43 wib

NOORDIN M Top bertanggungjawab atas empat peristiwa pengeboman di Indonesia. Yaitu bom Marriott 2003, bom Kedubes Australia 2004, bom Bali 2005, dan bom JW Marriott 2009.

Noordin mulai aktif melakukan aksi pengeboman setelah tertangkapnya para pelaku bom Bali seperti Mukhlas alias Ali Ghufron, Imam Samudra alias Abdul Azis, Amrozi Nurhasyim, dan Ali Imron.

Mereka merupakan para senior Noordin di Pesantren Lukmanul Hakiem. Aksi Amrozi Cs di Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002 itu merenggut 202 jiwa dan langsung menyentak dunia, karena korbannya kebanyakan orang asing.

Sebulan setelah Bom Bali I, Noordin mengontak Azhari Husin, temannya di Luqmanul Hakiem untuk bergabung dengannya di Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat. Pada saat yang bersamaan, Noordin dikontak oleh temannya, Toni Togar, anggota JI yang berada di Medan, Sumatra Utara.

Toni terlibat dalam pengeboman Malam Natal pada tahun 2000. Di rumahnya disimpan banyak bahan peledak yang tersisa. Toni bilang hendak membuang bahan peledak itu. Tapi Noordin minta bahan peledak itu dikirim kepadanya. Di sinilah mereka merancang peledakan berikutnya di Jakarta.

Untuk mematangkan rencananya, Noordin dan para rekannya mencari tempat yang dirasa nyaman di Bengkulu. Petinggi JI di Bengkulu seperti Asmar Latin Sani menampung mereka. Di sinilah Noordin bersua dengan Dr Azahari.

Peledakan pertama yang dilakukan Noordin adalah di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 5 September 2003. JW Marriott dipilih karena dianggap sebagai simbol AS. Kejadian ini menewaskan 12 orang dan mencederai 150 orang lainnya.

Sejak saat itu, nama Noordin mulai berkibar di Indonesia. Dia diburu dan dicari ke mana-mana. Namun polisi tak berhasil menangkapknya. Dia dikenal licin karena memiliki jaringan kuat dan selalu nekat.

Alih-alih membekuk Noordin, pada 9 September 2004, polisi kecolongan. Noordin dan anak buahnya beraksi lagi dengan mengebom Kantor Kedutaan Besar Australia di Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Perburuan terhadap Noordin dan jaringannya pun semakin diintensifkan. Noordin sejak saat itu diindikasikan sudah meninggalkan Pulau Sumatera. Dia hijrah ke Pulau Jawa. Sambil sesekali melakukan aksi pengeboman. Dalam pelariannya inilah Noordin bertemu dengan Dr Azhari, rekannya di Malaysia yang ahli meakit bom.

Untuk Diketahui pada Juni 2005, Noordin sudah bersama Azhari menyewa rumah di Kartosura, Sukoharjo. Tetapi kemudian pindah ke Pekalongan. Di bulan September 2005, polisi mendapat kabar Noordin, Azhari berada di Semarang. Di sinilah mereka merancang peledakan Bali yang terjadi pada 1 Oktober 2005.

Setelah itu, Noordin dan Azhari beserta kelompoknya bersembunyi di Batu, Malang, Jawa Timur. Pada 9 November, polisi telah mengepung mereka. Azhari tewas ditembak polisi. Noordin kabur ke Semarang. Kemudian dia berpindah-pindah tempat di Solo, Rengasdengklok dan Krawang, Surabaya, dan Wonosobo.

Hinggga kemudian Noordin meledakkan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, pada Jumat 17 Juli 2009 lalu. Dalam insiden ini, sembilan orang tewas dan 54 orang luka-luka. Noordin sempat diduga sebagai salah satu korban tewas dalam penyergapan besar-besaran di Temanggung, Jawa Tengah pada 8 Agustus 2009.

Namun, pada 12 Agustus 2009, Polri menyatakan bahwa Noordin belum tewas. Jasad yang ditemukan dalam penyergapan Temanggung adalah jasad Ibrohim. Perburuan Noordin pun berlanjut.
(ahm)

Komentar (2) :
  • Ahmadysolo
    Selasa, 03 November 2009 12:42 wib
    Aku berharap semoga tidak ada noordin 2 yang lain ya ada di bumi indonesia.....Allohu Akbar....hidup sby...bravo densus 88 Laporkan
  • Tata Soesetyo
    Sabtu, 24 Oktober 2009 17:43 wib
    Dasar teroris yang tidak tahu aturan dan tidak tahu agama, kalian ini tidak perlu dihargai karena kalian ini hanya menipu-nipu dan melancarkan aksi teror dan tidak menghargai orang lain, serta tidak menghargai adanya perbedaan. Jadikanlah dunia ini dunia penuh kedamaian, bukan muncul orang tak beraturan (teroris) seperti ini! Biarkan saja para teroris di Neraka Jahanam, sedangkan rakyat dunia yang suka perdamaian akan masuk Surga Firdaus. DASAR TERORIS YANG TAK TAHU DIRI! Laporkan