JAKARTA - Saat diputuskan untuk menjalani operasi, keluarga bayi malang Ahmad Atoillah, telah membekali diri dengan dana Rp12 juta atas bantuan dari dermawan. Namun ternyata dana yang sudah cukup besar itu belumlah cukup untuk menutupi biaya pengobatan Ahmad.
Hal tersebut dituturkan Paman Ahmad, Rudi Hartawan, kepada okezone di kantor Redaksi okezone, Senin 5 Oktober.
Sebenarnya, Ahmad, mendapatkan bantuan awal Rp12 juta itu, dari salah satu media yang menaruh simpati. Namun ternyata, dana yang diperoleh Rudi dengan susah payah itu, ikut tergerus dengan kebutuhan Ahmad lainnya.
"Saat ditanya berapa biaya untuk operasi, RS Persahabatan menyebutkan biayanya kurang lebih Rp12 juta. Alhamdulillah saat itu, ada bantuan dana dari salah satu media. Kami pikir saat itu bantuan tersebut cukup," kenangnya.
Menurut Rudi, pengobatan Ahmad ternyata tidak hanya operasi saja. Biaya obat, dan kebutuhan tetek bengek Ahmad lainnya akhirnya harus diambil dari santunan tersebut. Alhasil dana sebesar itu secara perlahan habis selama Ahmad terbaring di rumah sakit.
"Setelah operasi, Ahmad masuk ICU. Di situlah kendalanya. Selain menebus obat-obatan sendiri, biaya perawatan juga Rp5-6 juta. Karena bermacam alat dipasang di tubuh Ahmad. Sekarang juga sudah terpasang selang. Selang itu bertujuan agar cairan di pipi Ahmad bisa turun," paparnya.
"Tapi sayang, sampai sekarang benjolan ini masih ada dan enggak berkurang. Wallahualam, saya tidak tidak tahu kenapa masalahnya. Karena untuk kembali normal katanya operasi harus dilakukan tiga kali," tuturnya lagi.
(ahm)