tragedi sukhoi

Bocah Penjual Cobek Kerap Tak Pulang

Gin Gin Tigin Ginulur - Okezone
Selasa, 20 Juli 2010 12:17 wib
Wawan, penjual cobek. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)
Wawan, penjual cobek. (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)

BANDUNG - Bocah-bocah penjaja cobek di sekitar Kota Bandung kebanyakan berasal dari Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Jarak dari kecamatan tersebut ke pusat Kota Bandung bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam.

Hari-hari biasa, mereka berangkat dari Padalarang ke Bandung setelah pulang sekolah atau siang hari. Sementara jika waktu libur, sejak pagi mereka sudah berangkat.

"Biasanya kami naik KRD. Sampai di Bandung diterusin pake angkot," kata Wawan (8), salah seorang penjual cobek, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Wawan menambahkan, selain pulang pergi naik KRD, ada juga yang tidak pulang. Biasanya, kata Wawan, mereka yang tidak pulang memanfaatkan masjid sebagai tempat menginap.

Cobek-cobek yang dibawa mereka diproduksi di sebuah tempat di Padalarang. Wawan sendiri tidak mengetahuinya, soalnya dia mendapatkan cobek tersebut dari ayahnya. "Kalau lokasi pembuatan cobeknya saya tidak tahu. Soalnya bapak yang bawa," kata Wawan.

Lebih jauh Wawan mengatakan, untuk berjualan cobek di Bandung, mereka tidak membawa perbekalan yang cukup. Yang penting, kata dia, asal bisa sampai di Bandung.

"Ya kalau tidak dapat uang, terpaksa puasa. Tapi biasanya sih jarang. Soalnya suka ada yang ngasih uang," kata Wawan.
(hri)

Komentar (1) :
  • abd Fatah
    Senin, 16 Agustus 2010 05:17 wib
    subhanalloh... perjuangan seorang anak yang yang rela memikul beban seberat itu, untuk mencari makan. kita tidak bisa menutup mata akan hal itu..! Laporkan