Sebanyak 29 juta pemilih di Jawa Timur akan menyalurkan suaranya untuk memilih gubernur dan wakilnya. Dua pasang calon gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-MUdjiono (Kaji) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) akan bertarung untuk memperebutkan suara pemilih.
Kekalahan jago Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilgub Jawa Timur berbuntut panjang. Gus Dur akhirnya memboikot putaran kedua pesta demokrasi di ujung timur Pulau Jawa itu.
Dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga (PDIP) kepada pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur tidak hanya disampaikan dalam bentuk komitmen saja.
Dukungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga (PDIP) kepada pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur tidak hanya disampaikan dalam bentuk komitmen saja.
Mesin politik Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji) terus bergerilya mencari dukungan. Tidak hanya menghimpun suara fatayat Nahdlatul Ulama (NU), tapi juga melirik kelompok minoritas.
Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki mengaku gerah dengan tudingan komersialisasi ulama yang ditujukan kepadanya. Ia bersumpah tidak pernah menerima uang sepeserpun.
Aksi kawanan perampok semakin nekat saja. Dana yang sedianya digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur putaran dua di Kec Gerih senilai Rp113 juta, amblas digasak kawanan perampok.
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) tidak begitu terpengaruh dengan dukungan yang diberikan PDI Perjuangan kepada pasangan Cagub-Cawagub Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji).