Kepolisian Daerah Polda Maluk Utara terus memburu pelaku penyerangan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
Hal itu lanjut Nashidik, bisa terjadi karena ada kepimpinan di daerah yang dianggap tidak kompatibel dengan visi dan misi DPP yang kemudian melakukan perlawanan itu.
Polda Maluku Utara (Malut) telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus penyerangan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro pada Kamis 24 Mei kemarin.
Terkait masalah ini, Affan belum bisa memastikan apakah Gubernur Malut itu juga akan diperiksa atas kasus penyerangan terhadap Anas dan Ibas di Bandara Ternate.
Marzuki Alie berharap pada seluruh pihak, baik DPP Partai Demokrat maupun pihak kepolisian, segera menelusuri akar permasalahan dalam upaya penyerangan sekelompok orang terhadap rombongan DPP PD di Ternate.
Penyebab penolakan kehadiran ketua umum rombongan DPP Partai Demokrat di Ternate salah satunya diduga karena ketidakpercayaan kader Partai Demokrat kepada Anas Urbaningrum.