Seminggu setelah bentrokan antara anggota Brimob dengan Kostrad, Polda Gorontalo mencopot Kapolres Limboto, AKBP Djoko Djohartono dan Kabag Ops, Kompol Fikri Safri. Pencopotoan tersebut pun menyisakan kontroversi.
Berdasarkan informasi yang disitat dari twitter TMC Polda Metro, Senin (30/4/2012), tawuran melibatkan kelompok pemuda Ormas FBR dengan Pemuda Pancasila (PP).
Prada Firman, anggota Brigif 221 Kostrad Gorontalo, ditembak di bagian dada saat terjadi bentrokan antara Brimob dan Kostrad di Gorontalo sepekan lalu. Korban ditembak saat mengendari sepeda motor.
Setelah menetapkan sembilan anggota Brimob Polda Gorontalo menjadi tersangka, tim gabungan dari Propam Mabes Polri dan TNI melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Gorontalo, Sabtu (28/4/2012) siang.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sembilan anggota Brimob yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi penembakan yang menewaskan Prada Firman, anggota Kostrad Limboto, Gorontalo.
Jenazah Prada Firman, anggota Batalyon Infantri 221 Kostrad Gorontalo yang tewas akibat luka tembak, dimakamkan di Makam Pahlawan Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.