Korban pengobatan massal di Kabupaten Bandung hingga saat ini tercatat delapan orang meninggal dunia. Dua orang yang baru diketahui meninggal berada di RSUD Soreang Kabupaten Bandung.
Selain ratusan orang menderita keracunan, enam orang warga Kabupaten Bandung meninggal dunia setelah pengobatan masal pencegahan kaki gajah yang dilakukan Dinkes Kabupaten Bandung Rabu kemarin.
Dampak yang diakibatkan penyakit kaki gajah atau filariasis memang menakutkan. Bukan hanya menderita akibat cacat fisik yang permanen misalnya, kaki membesar. Juga dampak psikologis dan sosial yang harus ditanggung seumur hidup oleh penderitanya.
Dinas Kesehatan Kota Depok kembali melakukan pengobatan massal, berhubung wilayah ini dinyatakan endemis kaki gajah. Di Depok ditemukan 45 kasus postif kaki gajah atau filariasis, di antaranya sebanyak 22 penderita dalam kondisi krosis.
Saat akan pergi ke Surabaya kemarin, Halim sempat minta uang saku kepada orangtuanya. Permintaan uang saku Halim ini dianggap utang. "Kalau dianggap utang yang harus dibayar, ya bagaimana lagi? Pasti ada rejeki untuk membayar utang itu," tutur Halim.
Abdul Halim (34) tahun pederita kaki gajah asal Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi mulai merasakan kelainan pada kakinya sejak kelas dua SD. Pada saat itu kaki sebelah kirinya terdapat bintik-bintik merah dan bengkak.
Di ruang Irna Bedah G RSUD Dr Soetomo Surabaya, Abdul Halim berbaring ditemani oleh Faisol Firmansyah adiknya yang duduk di kelas 2 SMU. Sejak Senin 24 Agustus 2008 lalu, Halim berada di rumah sakit terbesar di Surabaya itu untuk menyembuhkan penyakit kaki gajah yang dideritanya.