Untuk menjaga keamanan pengendara roda dua saat melintas, Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akan dipasangi alat pengukur kecepatan angin (anemometer). Kecepatan angin merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk keselamatan pengendara sepeda motor.
Tahap akhir pengerjaan jalan akses jembatan Suramadu, khususnya sisi Pulau Madura, masih mengalami sedikit kendala. Salah satunya, disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi yang belakangan melanda Kabupaten Bangkalan.
Menjelang rampungnya jembatan Suramadu, para pemilik kapal yang melayani jasa penyeberangan Ujung-Kamal semakin kreatif. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik, dengan harapan agar tidak ditinggal oleh konsumen jasa penyeberangan.
Harga tanah di akses keluar jembatan Suramadu, sisi kabupaten Bangkalan mulai mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini juga dipicu oleh maraknya spekulan tanah yang membeli tanah secara besar-besaran.
Keberadaan retribusi untuk melintas di Jembatan Suramadu dipermasalahkan oleh berbagai pihak. Salah satunya Komisi Pelayanan Publik (KPP), Kabupaten Bangkalan.
Penyelesaian megaproyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), terutama di sisi Pulau Madura, dipastikan akan molor sekitar tiga bulan, dari prediksi awal yang akan selesai bulan April. Adapun salah satu penyebab molornya penyelesaian adalah terkait masalah teknis.
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengharapkan pembangunan Jembatan Suramadu selesai pada 12 Juni 2009 mendatang. Pada tanggal tersebut, jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya (Pulau Jawa) dan Pulau Madura sudah dapat difungsikan.