Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramnin Mehmanparat menilai kerja sama keamanan yang disepakati oleh Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan dapat merusak stabilitas di wilayah tersebut.
Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengerahkan jet tempur F-22 ke Uni Emirat Arab (UEA), guna mengamankan wilayah Negara Teluk. Namun, Iran marah besar dengan keputusan Iran tersebut.
Komandan Korps AU Garda Revolusi Iran Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan, Iran siap memproduksi pesawat mata-mata yang sama persis dengan pesawat mata-mata milik AS yang ditembak jatuh di wilayah Iran pada Desember 2012 lalu.
Komandan Korps Angkatan Udara (AU) Garda Revolusi Iran Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan Pulau Abu Musa yang diklaim oleh Uni Emirat Arab (UEA) sebagai wilayahnya merupakan bagian kedaulatan yang tidak terpisahkan dari Iran.
Panglima Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal (Brigjen) Ahmadreza Pourdastan mengatakan, jika sengketa Pulau Abu Musa gagal diselesaikan melalui upaya diplomasi maka, pihaknya siap berperang. Menurutnya Iran siap mengerahkan pasukan terbaiknya.
Rekaman yang cukup mengejutkan dirilis dari Iran. Rekaman itu menunjukkan seorang perempuan memanjat mobil Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan melontarkan protesnya.