Saefudin Juhri alias SJ masih dicari keberadaannya oleh polisi. Pasalnya dia dituding sebagai perekrut "pengantin" bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton. Selama ini dia sering membawa orang berkebangsaan Arab.
Alih-alih memberikan hukuman kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) malah memberikan apresiasi atas kinerja polisi menangkap para pelaku teror. Tak pelak, sikap ini membuat Indonesia Police Watch (IPW) kecewa.
Pascapenyergapan teroris di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, media massa berlomba mengambil kesimpulan bahwa teroris yang tewas dalam peristiwa itu adalah gembong teroris Noordin M Top.
Keluarga Dani Dwi Permana, pelaku bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menurut mereka, Dani hanya korban rayuan para teroris di Indonesia.
Noordin M Top ternyata bukan korban penyergapan teroris di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Namun pemerintah tetap mengapresiasi kerja polisi karena Ibrohim, teroris yang tewas dalam aksi itu, dinilai bukan sekedar anak buah Noordin.
Warga RT 28 RW 10 Kampung Caringin, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan menolak pemakaman jenazah Ibrohim, aktor yang merencanakan pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di wilayahnya.
Jenazah pelaku pengeboman Hotel JW Marriott di Jakarta, Dani Dwi Permana (18) baru saja diambil oleh ibundanya, Sutini di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Rencananya jenazah remaja yang baru lulus SMA itu akan dimakamkan di Parung, Bogor, Jawa Barat.