Operator KRL Jabodetabek kembali menunjukkan sikap tidak profesionalnya. Akibatnya ratusan penumpang kebingungan karena beberapa kali harus pindah kereta, persis seperti nasib penumpang metromini.
Segala upaya sudah dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengurangi jumlah penumpang naik di atap Kereta Rel Listrik (KRL). Dari mulai semprot cat air, kawat berduri, hingga rencana pemasangan bola beton.
Sosialisasi pemasangan kawat berduri di stasiun hingga kini tidak efektif. Para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) masih tetap banyak yang naik di atap kereta.
Ganguan perjalanan kereta api kini terjadi kembali. Hal tersebut terjadi pada kereta KRL yang mogok di Stasiun Universitas Pancasila. Akibatnya, perjalanan kereta mengalami antrean dan penumpang terlantar.
Seorang pria tewas diduga terjatuh dari atap kereta rel listrik (KRL) Ekonomi Bekasi-Jakarta Kota di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.