Kubu Aburizal Bakrie bersikukuh keputusannya membentuk kepengurusan sudah berdasarkan pertimbangan matang. Masuknya Rizal Malaranggeng dan Fuad Mansyur tidak bisa dipersoalkan.
Gencarnya sorotan atas dipilihnya Rizal Mallarangeng dalam kepengurusan Golkar mulai direspons kubu Aburizal Bakrie. Mereka pun menggelar jumpa pers untuk mengklarifikasi sejumlah tudingan miring.
Kontroversi Rizal Mallarangeng yang tiba-tiba didapuk oleh Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, terus membuat keresahan di tubuh partai pohon beringin itu. Rizal bahkan bisa dinilai bakal menjadi duri dalam daging.
Semakin hari Ketua DPP Golkar yang baru, Rizal Mallarangeng, semakin tidak disukai oleh para kader Golkar. Bukan hanya karena dia berasal dari luar Golkar namun juga dari sikapnya dahulu terhadap Golkar.
Walaupun menilainya sebagai hal yang positif, penarikkan Rizal Mallarangeng ke jajaran kepengurusan baru Partai Golkar merupakan pelanggaran etika kaderisasi.
Penempatan Titik Soeharto dari kubu Cendana, dan Rizal Mallarangeng dari kubu Cikeas di kepengurusan Golkar, dinilai sebagai strategi cerdas Ketua Umum Golkar yang baru, Aburizal Bakrie.