Angin puting beliung kembali mengamuk di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Musibah itu menerjang dua desa di Kecamatan Losari, yakni Desa Prapag Kidul dan Prapag Lor.
Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi mencatat sepanjang Januari-Maret 2009 terdapat 41 rumah warga hancur akibat bencana alam berupa longsor, pergerakan tanah, banjir hingga angin puting beliung. Bencana alam yang melanda di sejumlah daerah rawan itu juga merusak 17 rumah warga lainnya.
Masalah sepertinya enggan menjauh dari para korban bencana angin puting beliung di Ternate, Maluku Utara. Setelah bangunan rumahnya rusak dihantam, menerima bantuan makanan instant kadaluarsa, kini persoalan seputar ganti rugi kembali menerpa mereka.
Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin inilah peribahasa yang sesuai dengan apa yang dialami para korban bencana angin puting beliung di Ternate, Maluku Utara, beberapa hari lalu itu.
Kota Yogyakarta dinilai sebagai daerah yang memiliki potensi bencana alam cukup kompleks baik longsor, banjir, gempa, tsunami, hingga puting beliung. Di samping itu Yogyakarta juga diprediksi akan mengalami bencana alam tersebut secara periodik, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada dan selalu siap melakukan antisipasi.
Untuk menanggulangi dan membantu masyarakat yang menjadi korban banjir dan longsor di berbagai daerah, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membentuk Tim Siaga Bencana.
Memasuki bulan kedua, dana bencana alam di Departemen Sosial tahun 2009 sudah terserap sebanyak Rp300 miliar dari Rp400 miliar yang dianggarkan. Artinya yang tersisa saat ini hanya Rp100 miliar.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum dapat mencairkan anggaran dana tak terduga sebesar Rp40 MilIar, untuk digelontorkan ke daerah-daerah yang terkena bencana banjir dan longsor.