PADANG - Sedikitnya 200 warga di Padang menyerbu kantor Koperasi Bina Masyarakat Mandiri (BMM) di Jalan Hamka, Tabing, Padang, Senin (12/11/2007). Mereka melakukan unjuk rasa karena merasa tertipu dengan iming-iming yang dijanjikan koperasi. Bahkan, jumlah keseluruhan uang warga di genggaman BMM sebanyak Rp8,5 miliar.
Dalam aksinya, warga menuntut uang mereka dikembalikan pihak koperasi secepatnya. Rata-rata para pendemo adalah pensiunan. Tragisnya, salah seorang pendemo adalah mantan Kejari Padang Tarmizinal. Dia mengalami kerugian Rp90 juta.
Menurut Tarmizinal, saat menginvestasikan uang ke kopersi, mereka diimingi bunga 20-30 persen. Koperasi itu sendiri bergerak di bidang ekspor-impor batu bara dan furniture yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur.
Saat demo warga hanya menemukan Wardi, staf pemasaran kopersi tersebut. Dia mengatakan, Irzak, selaku ketua koperasi sedang berada di Suarabaya. Pasalnya, koperasi ini berpusat di Surabaya.
Koperasi ini didirikan sejak 2002. Jumlah uang yang disetorkan masing-masing warga bervariasi. Mulai nominal Rp100 ribu hingga jutaan rupiah.
Aksi demo terpaksa dilakukan karena ketika meminta uang mereka kembali, namun BBM tidak cepat meresponsnya dengan alasan masih dalam proses. Begitu juga dengan bunga yang mereka iming-imingkan belum dicairkan seluruhnya. Warga yang melakukan aksi unjuk rasa akan membuat laporan ke Poltabes Padang.
(Fetra Hariandja)