JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono menampik tudingan bahwa usulan pemilu secara tertulis yang dilontarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla dimaksudkan untuk menguntungkan partainya dalam Pemilu 2009.
"Tidak benar itu, bukan untuk kepentingan Golkar," ujar Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/11/2007).
Sebelumnya, Kalla mengusulkan pemilu dengan cara dicoblos diganti dengan cara ditulis, karena dianggap lebih efisien dan selaras dengan program pemberantasan buta huruf.
Namun usulan itu justru mendapat penolakan dari beberapa partai lain. Sebab, niat baik Kalla itu disinyalir hanya akan menguntungkan Partai Golkar. Sebab, masyarakat kelas bawah lebih mengenal partai yang lama berkuasa tersebut dibanding partai lainnya.
Mengenai hal itu, Agung yang juga Ketua DPR ini pun membantahnya. "Kan banyak, banyak partai yang sudah dikenal masyarakat," tukasnya.
Agung mengatakan usulan tersebut semata-mata dimaksudkan untuk memperbarui sistem pemilu. Bukan untuk tujuan politis. "Itu dasarnya agar lebih efisien dan lebih efektif," kilahnya.