JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyatakan rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Pemilu 2009 menggunakan sistem tertulis dirasa sangat tidak efektif. Pasalnya, sistem menulis memerlukan waktu lebih lama ketimbang mencoblos.
"Berdasarkan simulasi, pemilihan dengan mencoblos memerlukan waktu 1 menit. Sedangkan dengan cara menulis nama, memerlukan waktu 1 menit 30 detik. Kesimpulannya dengan cara menulis membutuhkan waktu lebih lama, ketimbang mencoblos," ujar Ray seusai acara silahturahmi Aliansi Partai Politik untuk Keadilan di Gedung Wisma Antara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (15/11/2007).
Belum lagi, lanjut Ray, panitia pemilihan suara (PPS) akan menemui kesulitan dalam perhitungan suara.
"Perhitungan suara dengan cara tertulis, kertas suara harus diteliti lebih seksama. Apakah nama yang ditulis benar atau tidak. Sedangkan sistem pencoblosan, kertas suara akan mudah terlihat karena kertas berlubang," imbuhnya.
Dia menjelaskan, banyaknya kendala yang harus dihadapi para panitia maupun pemilih, maka sistem penulisan belum efektif diterapkan di Indonesia.
"Apalagi secara pendidikan, masyarakat Indonesia belum merata. Jadi secara sosiologis masyarakat kita belum siap," tandasnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)