Amati Lingkungan Saat Gempa Sebelum Mengungsi

Rus Akbar, Jurnalis
Selasa 20 November 2007 06:31 WIB
Share :

PADANG â€" Sering munculnya gempa di Sumatra Barat dan Bengkulu membuat resah warganya. Sedikit saja gempa, mereka lansung panik dan tak lepas telepon pusat BMG Padang Panjang lansung berdering untuk menanyakan berapa kekuatan gempa.

Akibatnya jika terjadi tsunami warga tidak bisa meyelamatkan diri karena sibuk mencari sumber gempa.

Hal itu dikatakan Ade Edward, Kepala Bidang Kesiagaan, Badan Kesbanglinmas Provinsi Sumbar, Senin (19/11/2007).

Karena itu, untuk mengantispasi kepanikan warga, beberapa ahli geologi di seluruh dunia telah memberikan tips, yang dikenal skala intensitas Mercalli Modifikasi-MMI, klasifikasi ukuran tingkat pengaruh gempa bumi terhadap manusia, bangunan dan lingkungan disekitar.

Skala I: Getaran tidak terasa kecuali oleh beberapa orang yang dalam keadaan sensitif.

Skala II: Getaran terasa hanya oleh beberapa orang yang dalam keadaan istirahat    terutama yang berada di bagunan tinggi. Benda tergantung terlihat bergoyang perlahan.

Skala III: Getaran terasa sebagian orang dalam rumah terutama di lantai atas gedung, tapi banyak orang yang tidak menyadari bahwa telah terjadi gempa. Mobil dalam keadaan berhenti bergoyang perlahan. Getaran terasa ibarat getaran ketika truk lewat. Lama waktu berlansugnnya getaran dapat diperkirakan.

Skala IV: Pada siang hari, getaran terasa oleh banyak orang yang ada dalam bangunan dan malam hari hari sebagian warga terjaga akibat getaran dan bunyinya. Piring, jendela, pintu berderik seolah mobil truk bermuatan berat menabrak gedung.

Skala V: Getaran terasa setiap orang yang sedang beraktifitas, banyak orang yang sedang tidur terjaga piring, jendela, pintu mengalami kerusakan/pecah, plester dinding mulai retak-retak terutama dibagian lemah. Lemari, jam dinding, pajangan keramik dan barang-barang tidak stabil serta berjatuhan. Pohon dan tiang tinggi sebagian tumbang. Terdengar bunyi gemuruh dan bersumber dari segala penjuru.

Skala VI: Getaran terasa setiap orang yang sedang beraktifitas, banyak orang yang sedang tidur terjaga. Sebagian besar orang terkejut dan ketakutan serta berlarian keluar rumah. Perabot rumah terguncang kuat dan bergeser dan berpindah tempat, plester dinding pecah dan terlepas. Mobil sedang berhenti terguncang kuat.  Terdengar bunyi gemuruh dan bersumber dari segala penjuru. Terjadi kerusakan ringan pada fasilitas umum.

 
Skala VII: Setiap orang berlari keluar rumah. Bangunan dengan kontruksi sederhana mengalami kerusakan ringan. Bangunan sturuktur yang baik mengalami rusak ringan dan sedang. Barang perabotan rumah tangga dan kantor bergeser dan terlempar. Getaran terasa pada orang yang membawa kendaraan. Terdengar bunyi gemuruh yang kuat dan bersumber dari segala penjuru.

Skala VIII: Bangunan Kontruksi rumah yang baik mengalami kerusakan sedang, bangunan kontruksi sederhana rusak berat, peralatan rumah seperti pintu, dinding, flapon terlepas dari ranggkanya. Sementara tiang listrik, telepon, pohon tinggi dan monument roboh, meubelair terjungkal. Terjadi likuifaksi, air sumur keruh dan airnya naik turun terdenger gemuruh yang memekakkan telinga.

 
Skala IX: Bangunan kontruksi baik mengalami kerusakan rangka sedangkan yang kurang baik rusak parah, bangunan bergeser dari pondasi, pipa dalam tanah patah, tanah mengalami keretakan.

Skala X: Bangunan dari batu bata rusak sebagian terlepas. Pondasi rusak parah, tanah terbelah, rel kereta apai bengkok, jembatan rangka baja bergeser kedudukan dan jembatan beton patah. Longsor pada tebing, air meyembur dari pinggir pantai dan sungai.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya