BANYUMAS - Warga Desa Nusa Dadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas, Jawa Tengah resah akibat sumur mereka tercampur air laut dan mengakibatkan air sumur terasa asin serta berwarna kuning kemerah-merahan. Untuk memperoleh air bersih, warga terpaksa harus menyaring air hingga berulang kali.
Akibatnya, 200 kepala keluarga di Desa Nusa Dadi terpaksa mengkonsumsi air yang tercemar air laut untuk keperluan hidup sehari-hari, termasuk memasak.
Haryati (40), salah seorang warga setempat membenarkan kejadian ini. Dirinya dan tetangga, terpaksa mengkonsumsi air keruh tersebut yang merupakan rembesan dari air laut. Selain berwarna kuning kemerah-merahan, air tersebut juga hanya bisa dipakai untuk mencuci perabotan rumah tangga saja.
"Keluarga saya sudah terbiasa mengkonsumsi air laut yang merembes ke sumur setiap hari, pada awalnya air terasa tidak enak untuk dimasak, tetapi lama-lama kami jadi terbiasa" jelas Haryati, Selasa (20/11/2007).
Sebenarnya, ada tiga desa di Kecamatan Sumpiuh yang rawan air bersih yaitu Desa Nusadadi, Desa Karang Gedang, dan Desa
Banjar Penepen. Namun, kondisi terparah terjadi di Desa Nusadadi.
Untuk memperoleh air bersih, sebagian warga terpaksa harus memperolehnya dengan mengambil ke luar desa yang berjarak 3 kilometer. Warga sendiri sudah melaporkan masalah ini ke Pemerintah Kabupaten Banyumas dan sudah meminta bantuan. Namun hingga kini belum ada tanggapan.
(Kemas Irawan Nurrachman)