Parpol Jangan Tangani Bencana Malah Menambah Bencana

Lisa Antasari, Jurnalis
Selasa 20 November 2007 14:22 WIB
Share :

 

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui masih banyak hambatan untuk mengatasi bencana di Indonesia. Contohnya di Jakarta, ketika ingin dibuat saluran air untuk mengatasi banjir, malah terjebak pembebasan lahan.

"Penting bagi kita sebagai partai di DKI maupun di kota lain memahami masalah-masalah bencana, jangan ikut menanggulangi bencana tetapi malah menambah bencana," kata Kalla saat membuka Internasional Seminar on Disaster Country yang diadakan Partai Golkar di Hotel Crowne, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/11/2007).

Wapres menambahkan, kalau pemerintah bersikap keras nanti malah dibilang melanggar HAM.

"Arus kemacetan juga, mau cari solusi dengan membuat jalan tol, tapi pas pembebasan tanah juga susah. Kadang-kadang di DPR suka ikut-ikutan bicara," keluhnya.

Jadi, kata Kalla, diperlukan sikap bersama dari atas sampai bawah untuk menyelesaikan masalah di Indonesia.

Menurutnya, titik singgung dari bencana yang terjadi di Indonesia adalah Hutan. Kalau bencana banjir, asalnya dari Hutan karena tidak bisa menyerap banjir.

"Maka kita perlu berterima kasih kepada DPR yang terus meningkatkan biaya rehabilitasi hutan dan lahan. Saat ini ada Rp3-4 triliun," jelasnya.

Saat ini, sambung JK, tren bencana di Indonesia semakin menurun. Mulai dari Tsunami yang banyak korbannya, gempa Jogya, sampai Gunung Merapi dan Kelud yang tidak jadi meletus. Korban akibat bencana semakin sedikit.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya