WONOSOBO - Angka buta aksara di Jateng yang belum tertangani mencapai 1,5 juta orang. Jumlah tersebut, didominasi warga yang berusia di atas 44 tahun. Gubernur Jateng Ali Mufiz mengatakan, jumlah tersebut akan diberantas hingga tuntas pada 2008 mendatang.
"Memang baru berkisar 80% warga yang bebas buta aksara di Jateng, dari sekitar 32 juta penduduk yang ada," ujar Ali saat peringatan hari aksara internasional ke 43 tingkat Jateng, di Pendopo Kab Wonosobo, Rabu (21/11/2007).
Sebelumnya, lanjut Ali, angka buta aksara mencapai dua juta jiwa lebih. Rinciannya 304 jiwa usia 15 hingga 44 tahun ke tas. Namun selama 2007, telah diberantas sebanyak 680 ribu atau 29%. "Atas dasar itu, kita akan terus intensifkan program pemberantasan buta aksara," jelasnya.
Gubernur mengatakan, dari 35 Kabupaten/Kota yang ada di Jateng, baru tiga daerah yang mencanangkan daerahnya bebas buta aksara. Dia juga menyebutkan, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, Jateng masih menempati posisi 13 dapalam Human Development Index (HDI).
Atas dasar itu, lanju Ali, dirinya akan menginstruksikan kepada seluruh kepada daerah untuk mendukung suksesnya pencanangan buta aksara. "Sehingga ikut mendongkrak HDI Jateng, maupun HDI nasional yang saat ini berada di posisi 110," terangnya.
Bupati Wonosobo Kholoiq Arief mengatakan, sebanyak 15 kecamatan di daerahnya telah mendeklarikan tuntas buta aksara. Kholiq mengatakan, selama ini pihaknya juga mendirikan sejumlah perpustakaan hingga tingkat desa guna menangani buta aksara.
(Kemas Irawan Nurrachman)