KAYUAGUNG - Sebanyak 10.675 dari 658.828 warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, masih mengalami buta aksara. Data tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Nasional (Depdiknas) Kabupaten OKI.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Anak Usia Dini (PAUD) dan Kemasyarakatan Dinas Diknas OKI Rujiman mengatakan, guna meminimalisir jumlah tersebut pihaknya tengah menggalakan program pemberantasan buta aksara.
"Diutamakan bagi penderita berusia antara 15-45 tahun. Pasalnya, peserta program dalam rentan usia tersebut masih bisa diajak berkomunikasi," kata Rujiman, saat ditemui okezone di kantornya, Senin ( 26/11/2007 ).
Dia menjelaskan, otoritas pendidikan di kabupaten beribukota Kayu Agung yang terkenal sebagai "daerah duta atau bandit luar negeri" itu, terus menekan angka buta aksara di OKI sampai tersisa beberapa persen saja sebagai target hingga tahun 2009.Â
(Kemas Irawan Nurrachman)