GARUT - Panitia khusus (Pansus) pemilihan gubernur DPRD Jawa Barat (Jabar) sepakat menggabungkan pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) dengan pemilihan bupati (pilbub) di tiga kabupaten. Ketiga kabupaten itu adalah Sumedang, Bekasi dan Bandung Barat. Pelaksanaanya sendiri akan berlangsung pada pada April 2008.
Keputusan itu diambil setelah pansus pemilihan gubernur DPRD melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke Kalimantan Selatan (Kalsel), dua hari lalu. Daerah tersebut berhasil melaksanakan pemilihan gubernur dengan pemilihan bupati. Rencananya, DPRD akan menyerahkan pola itu kepada Pemprov Jabar.
Anggota pansus pilgub DPRD Jabar, Sofy Irvan mengatakan, penggabungan pelaksanaan pemilihan untuk mengefektifkan pemilihan. Sehingga dapat berjalan dengan efisien dan dana yang dikeluarkan seperti untuk pendataan pemilih, pengadaan alat, kertas suara, akomodasi lainnya bisa ditekan.
"Kertas suara akan lebih irit. Biaya panitia juga bisa lebih ditekan. Persiapan hasil pemilu akan lebih hemat dan distribusi hasil serta kertas suara lebih efisien. Selain itu, biaya lain seperti keamanan dan bilik suara bisa disatukan," tandas Sofy di Garut, Kamis (29/11/2007).
Sofy melanjutkan, untuk kelancaran penggabungan pemilihan, semua elemen masyarakat harus dilibatkan dalam proses pemilihan. Hal itu juga dilakukan Kalsel pilkada dan tujuh pemilihan bupati pada 2005.
"Semua elemen masyarakat seperti LSM, alim ulama, birokrat, dan kepolisian juga terjun langsung. Sehingga, ketidakpuasan dalam pemilu bisa dicegah. Langkah itu juga bisa menekan gejolak yang terjadi saat pemilihan berlangsung. Proses pemilihan pun berjalan kondusif," papar Sofy.
Untuk menjalankan keputusan itu, DPRD Jabar akan memanggil KPUD Jabar berserta KPUD Sumedang, Bekasi dan Bandung Barat, pada wal Desember. Jadwal itu juga bersamaan fit and protes anggota Panwaslu Jabar. "Kita akan menanyakan kesiapan seluruh KPUD dalam penggabungan pemilihan ini," tegasnya.
(Fetra Hariandja)