Larikan Uang Rp8,6 Miliar, Manager BMT Dipolisikan Karyawan

Priyo Setyawan, Jurnalis
Selasa 11 Desember 2007 03:19 WIB
Share :

SLEMAN - Sebanyak 10 orang perwakilan karyawan BMT Al Falaah Turi, mendatangi Mapolda DIY. Mereka melaporkan Manager BMT Al Falaah, Agus Subianto karena telah melarikan uang nasabah dan gaji karyawan Rp8,9 miliar.

"Gaji karyawan selama 5 bulan tidak dibayarkan. Demikian pula dengan uang nasabah sebesar Rp 8,9 miliar juga dilarikan, sehingga sekitar 6 ribu nasabah setiap hari mendatangi kantor untuk menagih janji," ungkap wakil karyawan M. Iskandar, yang juga ketua crisis center Yayasan Alfacindo yang mengelola BMT di Mapolda DIY, Senin (10/12/2007).

M Iskandar mengatakan, BMT Al Falaah merupakan BMT simpan pinjam, yang menarik uang nasabah dengan iming-iming bonus sembako. Dimana setiap investasi Rp1 juta diberi paket sembako senilai Rp40 ribu yang diberikan tiap bulan selama lima bulan. Dalam jangka waktu 6 bulan, uang nasabah yang diinvestasikan bisa ditarik kembali. Hingga 5 bulan pertama bonus paket sembako lancar. Namun pada bulan ke 6 pertengahan tahun ini mulai tidak lancar.

"Tiba-tiba, Pak Agus membuat keputusan bonus dihilangkan. Bahkan, Uang nasabah saat jatuh tempo juga tidak bisa ditarik atau dicairkan, sehingga banyak nasabah yang resah," katanya.

Puncaknya pada bulan Oktober 2007, manajer mereka menghilang dan tak bisa dihubungi serta uang nasabah ikut dilarikan. Uang ini, kata Agus  akan diinvestasikan ke bisnis lain. Sementara itu karyawan juga tidak menerima gaji. Namun setiap hari harus menemui nasabah yang menagih janji.

"Kami ini juga korban, selain tidak menerima gaji. Saat masuk jadi karyawan juga harus berinvestasi," jelasnya.

Perwakilan karyawan BMT ini diterima petugas siaga Polda DIY di ruang Siaga Polda DIY. Kemudian petugas membuat berita acara (BAP) untuk selanjutnya dikirimkan ke bagian reskrim, agar bisa diproses lebih lanjut.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya