SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah H, Ali Mufiz menegaskan, sampai saat ini Jawa Tengah masih bebas dari penyebaran virus antraks. Masyarakat diminta tidak khawatir untuk menyembelih hewan kurban.
"Isu di Jateng ada hewan antraks itu tidak benar. Kalau saya tidak khilaf, kejadian antraks di Jateng hanya terjadi pada tahun 1993, itupun terjadi hanya pada seekor kambing," ujarnya seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jateng, Rabu (12/12/2007), menanggapi pemberitaan mengenai ternak dari Jateng yang diotolak masuk Jatim karena terkena antraks.
Gubernur menegaskan, hewan yang dikirim dari Jateng ke luar daerah dipastikan sehat, selama ada ada surat keterangan dari pihak-pihak terkait. Sebab hewan-hewan tersebut telah diperiksa oleh tim kesehatan. Sehingga, jika dalam satu truk ada 10 hewan dan sudah membawa surat bahwa hewanitu sehat, maka seluruh hewan didalam truk dipastikan sehat.
"Jadi kepada pihak-pihak yang melempar isu antraks, harap bisa memberikan penjelasan dengan benar ke masyarakat, supaya masyarakat tidak panik," katanya.
Dia menambahkan, selama ini Jawa Tengah juga tidak pernah mengirimkan hewan ternak ke Jawa Timur. Sebab, Jatim merupakan penghasil ternak pertama di Indonesia. Jateng selama ini mengirimkan hasil ternaknya ke Jawa Barat dan DKI Jakarta. "Karena memang penghasil ternak terbesar di Jatim, baru kemudian Jateng. Jadi Jateng tidak pernah mengirimkan ternak ke Jatim," tegasnya.