JAKARTA - Salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, memasuki usianya yang ke 98 tahun. Pada milad (hari kelahiran) kali ini, Muhammadiyah akan menggunakan kesempatan ini untuk merefleksi seluruh agenda dan program yang telah dilakukan.
"Milad Muhammadiyah ini akan dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi," ujar Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di sela Tasyakur 98 tahun Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2007).
Muhammadiyah yang berdiri pada 18 November 1912 masehi atau 8 zulhijjah 1330 Hijriyah, memiliki kiprah dan andil yang sangat besar di Republik ini. Namun disadari Din, Muhammadiyah masih memiliki berbagai kekurangan dan banyak agenda-agenda strategis yang belum dijalankan muhammadiyah.
"Kami berharap Muhammadiyah menjadi elemen penting masyarakat madani Indonesia, bukan hanya membuka diri pada ormas Islam saja, melainkan seluruh kalangan," ungkap Din.
Menjelang tahun 2008, Din Syamsuddin mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun sikap optimisme dan kerja kebangsaan yang lebih nyata, juga kepada umat muslim. Muhammadiyah berharap saling menjaga tali ukhuwah islamiyah dan saling tolong menolong.
"Kepada kekuatan politik islam, kedepankan politik sebagai wahana untuk menegakkan nilai-nilai kebaikan Islam sebagai rahmatan lil alamin," pesan Din.
Tampak hadir dalam acara tersebut Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkes Siti Fadilah Supari, dan Mendiknas Bambang Sudibyo. Juga terlihat perwakilan duta besar negara seperti Iran, Palestina, Maroko, Jordania, Rusia, AS, dan para undangan lainnya.
(Ismoko Widjaja)