KUNINGAN - Sebanyak 52 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terancam bencana. Pasalnya, daerah tersebut berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi.
Asisten daerah (Asda) II Setda Kuningan Yuyun Nasrudin melalui Kasubag Kesos Ence Ahadiat Rohanda menjelaskan, 52 desa rawan bencana itu merupakan hasil rekapitulasi kejadian bencana alam di musim hujan 2006. Hal itu baik akibat longsoran tanah maupun luapan air.
"Namun, bencana banjir hanya ada di beberapa titik saja. Seperti wilayah Kecamatan Cimahi. Adapun mayoritas sisanya bencana longsor," jelas Ence, Minggu (6/1/2008).
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana tersebut, pihaknya mengandalkan rutinitas kordinasi dan informasi, baik melalui pesawat online dan ratel yang sudah tersedia. Sedangkan posko-posko bencana secara formal sudah berdiri dari mulai kecamatan hingga desa-desa, di mana prioritas utama melakukan penanganan ketika terjadi hujan yang lebat selama dua sampai tiga hari berturut-turut.
"Kita ingin masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Sebab, tindakan efektif untuk mencegah terjadinya korban jiwa dalam bencana alam, adalah kewaspadaan," tandasnya.
Ence mengharapkan masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan bencana alam lebih mewaspadai datangnya bencana pada musim hujan sekarang ini. Sebab, bencana yang menjadi langganan sebagian masyarakat Kuningan, kerapkali muncul tanpa mengenal kompromi.
(Nurfajri Budi Nugroho)