Masyarakat Bali Kecam Kekerasan FPI

Dede Suryana, Jurnalis
Rabu 04 Juni 2008 16:26 WIB
Share :

DENPASAR - Kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) pada 1 Juni lalu, juga direspon oleh masyarakat Bali. Aliansi Masyarakat Bali, menyerukan kecaman terhadap bentuk premanisme yang mengatasnamakan agama.

Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bali Penegak Pancasila, Rabu (4/6/2008) siang, melakukan aksi mengecam berbagai bentuk kekerasan, terutama yang dilakukan oleh FPI terhadap Aliansi Kebangsaan Kebebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).

Setelah berkumpul dan berorasi di Jalan Raya Puputan, Bajrasandi, peserta aksi selanjutnya berjalan menuju kantor DPRD Propinsi Bali. Dengan kawalan ketat aparat kepolisian dan puluhan anggota Dalmas, mereka melanjutkan orasi di gedung wakil rakyat itu. Secara gamblang mereka menuntut wakil rakyat ikut mendukung seruan mereka.

"Kekerasan yang mengatasnamakan agama telah mengotori Negeri ini. Terlebih lagi, kejadian itu bertepatan dengan peringatan hari lahirnya pancasila pada tanggal 1 Juni. Kami berharap pemerintah segera menyikapinya dengan tegas. Karena bagimana pun premanisme itu tidak sesuai dengan pancasila," kata koordinator aksi Nengah Jimat.

Sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dengan beberapa anggota Dewan, karena harapan mereka untuk bertemu ketua DPRD Bali tidak dipenuhi.

"Pada Intinya, kami mendukung aspirasi teman, dan sangat menyayangkan hari lahirnya pancasila dikotori oleh dengan kekerasan," jelas Ketua Komisi 4 DPRD Bali, Ketut Karyasa Adnyana,

Namun, karena desakan paserta aksi, Ketua DPRD Bali Ida Bagus Putu Wesnawa, menyempatkan diri keluar gedung menemui pengujuk rasa. Wesnawa berpendapat senada dengan Karyasa, bahwa wakil rakyat mendukung sepenuhnya tuntutan tersebut dan ia berjanji akan menyampaikan seruan itu kepada pemerintah pusat.

Lebih dari itu, Wesnawa juga berharap, kekerasan yang mereka kecam tidak sampai dijawab dengan kekerasan pula. Ia mengajak peserta aksi bersama-sama merenungkan, apakah selama ini masyarakat masih konsisten memegang teguh dan mengamalkan pancasila.

"Menghadapi persoalan kekerasan oleh kelompok tertentu, bersikaplah kritis terhadap apapun perkembangan yang kurang sesuai dengan pancasila. Karena bagaimana pun titik baliknya akan kita rasakan bersama-sama," jelasnya.

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya