DPRD Bantul Seriusi Pembakaran Ponpes Ilmu Giri

Daru Waskita, Jurnalis
Selasa 24 Juni 2008 15:28 WIB
Share :

BANTUL - Kasus pembakaran pondok Pesantren Budaya Ilmu Giri, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta oleh warga sekitar ponpes menjadi agenda pembahasan tersendiri bagi Komisi B DPRD Kabupaten Bantul.

"Paska terjadinya perusakan dan pembakaran ponpes tersebut kita belum membahas secara khusus, namun kita sudah mengumpulkan informasi-informasi terkait dengan perusakan dan pembakaran ponpes tersebut," terang Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Bantul, Jupriyanto, Selasa (24/6/2008).

Menurutnya setelah menyelesaikan beberapa agenda yang sudah terjadwal dalam pekan ini, komisi B akan segera membuat jadwal khusus untuk membahas masalah Ponpes Budaya Ilmu Giri hal terkait dengan masalah keresahan warga disekitar ponpes dan termasuk adanya keresahan pengurus ponpes yang ada di Bantul tentang visi dan misi dari Pondok Pesantren Budaya Ilmu Giri tersebut berbeda dengan ponpes yang ada di Kabupaten Bantul ini.

"Pondok Pesanten Budaya ini bukalanh murni pondok pesantren yang berbasis keagamaan, namun lebih berbasis budaya sehingga terjadi multi tafsir dan harus ada pencematan sejauh mana budaya yang dimaksud oleh pimpinan Ponpes Budaya Ilmu Giri" terangnya

Lebih lanjut Jupri juga menyatakan ponpes yang murni berbasis keagamaan sendiri di Bantul ini mencapai lebih dari 100-an ponpes dan otomatis mengantongi ijin, sedangkan Pondok Pesantren Budaya Ilmu Giri sejauh ini belum diketahui apakah mengantongi ijin atau tidak mengantongi ijin.

"Kita belum tahu apakah ponpes tersbeut sudah mengantongi ijin atau belum, namun yang jelas untuk 100-an ponpes yang berbasis keagamaan di Bantul sudah mengantongi ijin," tandasnya.

Diketahui, pengerusakan dan pembakaran yang dilakukan warga dipicu oleh dugaan pengasuh ponpes menghamili salah seorang muridnya dan mencabuli 4 santri lainnya.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya