TULUNGAGUNG - Aksi kejahatan penjambretan dana askeskin senilai Rp164 juta yang terjadi di pelataran RSUD dr Iskak Tulungagung mengundang kejahatan susulan.
Seseorang yang mengaku sebagai Kapolres Tulungagung AKBP Bambang Sunarwibowo menghubungi pihak RSUD dr Iskak Tulungagung. Melalui via telepon, Kapolres gadungan ini meminta rumah sakit mengirim sejumlah uang yang akan dipergunakan kepolisian menangkap dua orang jambret yang berhasil lolos tersebut. Tak tanggung-tanggung, kapolres palsu ini meminta uang senilai Rp25 juta.
"Saat dikontak pertama kali kita tahu ini bentuk modus penipuan. Karenanya ketika meminta uang Rp25 juta kita tidak turuti, "ujar Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Tri Wedyono Agus Basuki alias Oki kepada saat dikonfirmasi, Seniin (10/11/2008).Â
Kendati demikian, pihaknya sempat berusaha menjebak penjahat tersebut, setelah sebelumnya berkoordinasi dengan Polres Tulungagung.
"Saya langsung kontak Kasatreskrim Tulungagung mengenai hal ini dan dijawab langsung jika orang yang bertujuan menipu. Bahkan saya diminta polres untuk menjebaknya. Sayangnya ketika saya minta ketemuan, orang yang mengaku kapolres ini tidak mau. Mereka meminta uang ditransfer lewat rekening bank," terangnya.
Penjahat ini menyodorkan dua nomor rekening. Yakni  BCA cabang Otista Bandung dengan nomor rekening 5530259741 atas nama AKBP Dra Melindawati dan rekening Bank Mandiri Roxi Jakarta dengan nomor rekening 1170005132899 atas nama Sugito.
"Namun kapolres gadungan ini meminta agar jangan sampai orang lain tahu. Dia juga memesan jika di bank nanti titel AKBP Melindawati tidak akan ada. Yang ada hanya Melindawati," terangnya.
Karena tidak mau bertemu, akhirnya pihak rumah sakit menyatakan tidak bersedia mengirim uang. Kapolres gadungan itu mengaku bersedia bertemu jika uang sudah ditarnsfer. Sementara itu Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Slamet Riyadi dikonfirmasi mengenai masalah ini mengatakan modus penipuan dengan mengaku pejabat seringkali terjadi.
"Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya. Kami akan berusaha menyelidiki kasus ini, "ujarnya singkat. Seperti diberitakan sebelumnya, dana askeskin RSUD dr Iskak dijambret penjahat. Ada sebesar Rp 164 juta yang hilang.
(TB Ardi Januar)