PADANG-Bencana kebakaran dan banjir yang melanda Kota Padang sejak Januari hingga September 2008, menyebabkan kerugian warga hingga mencapai Rp22,61 miliar..
Kepala Bagian Dinas Kesejaterahan Sosial dan Penanggulangan Bencana Alam (DKSPB) Kota Padang Ardi Syaf mengatakan, Â bencana yang banyak dialami warga adalah kebakaran. baik itu rumah, perkantoran, hingga fasilitas umum.
"Penyebab utama kebakaran ini adalah arus pendek, ada sekitar 60 persen, 20 persen karena lilin, 10 persen karena lampu dinding dan 10 persen lagi karena obat nyamuk yang lupa dimatikan," ujar Ardi dikantornya jalan Rasuna Said Padang, Kamis (27/11/2008).
Ardi menambahkan, kebakaran akibat arus pendek disebabkan instalasi listrik yang sudah lama tidak diperbaiki terutama yang berada di atap rumah. Penyebabnya, kata dia, bisa jadi karena kabelnya digigit tikus sehingga terjadi konsleting dan menimbulkan percikan api yang mengakibatkan kebakaran.
"Ada juga yang lupa melepaskan kabel cabangnya sehingga mengakibatkan panas dan imbas pemadaman listrik bergilir yang mengakibatkan konsleting dan terbakar," terangnya.
Dari DKSPB dari Januari hingga Oktober 2008, sebanyak 76 rumah, fasilitas umum dan gudang terbakar. Sementara untuk banjir 86 unit rumah yang rusak. Jumlah kendaraan roda dua dan empat yang terbakar dalam satu tahun ini sebanyak 19 unit.
"Jumlah kerugian bulan Januari sampai Oktober rinciannya adalah, Januari Rp1,41 M, Februari Rp2,48 M, Maret Rp237 juta, April Rp14,24 M, Mei Rp2,52 M, Juni Rp3 juta, Juli Rp1,15 M, Agustus Rp497 juta, September Rp55 juta dan Oktober Rp240 juta.
(TB Ardi Januar)