JAKARTA - Rencana Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta yang akan menurunkan tarif angkutan umum sebesar 5 persen dari tarif sekarang atau Rp200 ditentang sopir angkutan umum.
Para sopir melihat, penurunan tarif akan mengurangi pendapatan mereka yang saat ini terbilang kurang.
"Iya kalau diturunin jadi kurang pendapatan kita. Sekarang saja sudah susah mencari setoran tambah, ini malah mau diturunin," keluh Joko (50), seorang sopir bis S66 jurusan Blok M-Manggarai.
Apalagi, lanjut Joko, kondisi tersebut tidak diimbangi dengan penurunan harga barang kebutuhan pokok.
"Kita berat mas, karena harga beras, minyak goreng, minyak tanah, dan lauk-pauk juga nggak pada turun. Jadi kalau bisa ongkos nggak usah turun lah," tandasnya.
Namun, jika Organda tetap berencana menurunkan tarif angkutan dirinya hanya bisa pasrah. "Kalau keputusannya begitu kita bisa apa. Paling diakalin mengirit," keluhnya.
Menteri Perhubungan Jusman Safii Djamal berencana mengeluarkan Surat Keputusan (SK) agar para perusahaan otobus untuk menurunkan tarif angkutan kota. Kebijakan ini menyusul penurunan harga bahan bakar minyak yang dilakukan pemerintah.
(Kemas Irawan Nurrachman)