JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI, Harry Azhar Azis mengatakan data kemiskinan yang dimiliki Indonesia masih simpang siur jumlahnya.
"Kalau didata sebelum ada program BLT, data orang atau kepala keluarga miskin di desa jumlanya 20 ribu orang. Tapi begitu ada program BLT, jumlahnya membengkak jadi 150 ribu orang," katanya saat Diskusi PR �~SBY-JK' yang Terbengkalai, di Gedung KNPI, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2008).
Dia mengungkapkan rasa herannya karena jumlah yang awalnya sedikit bisa meningkat hingga lebih dari 750 persen.
Azhar menilai mekanisme penyelenggaraan BLT oleh pemerintah belum benar. "Banyak ketidakjelasan, mengapa PT Pos yang menyalurkan bantuan tersebut? BLT itu bisa dalam bentuk tunai, atau lainnya. Saya dulu sampaikan, BLT bisa menggunakan kupon yang bisa ditukarkan di warteg. Nanti biar warteg yang menukarkan ke bank," papar Azhar.
Dia menyebutkan, dalam menyalurkan BLT saja, Departemen Sosial menganggarkan hingga Rp300 miliar. "Saya tidak mengerti dari mana angka itu. Saya termasuk yang tidak setuju BLT dihapuskan, tapi mekanisme penyalurannya itu yang harus di benahi,"Â pungkas Azhar.
(Novi Muharrami)