TransJ Koridor II-VII Terancam Stop Beroperasi

Yuni Herlina Sinambela, Jurnalis
Senin 27 April 2009 15:43 WIB
Share :

JAKARTA - Armada bus Transjakarta Koridor II-VII terancam akan berhenti beroperasi karena pihak operator mengalami defisit. Selain itu, pihak Badan Layanan Umum juga sering telat membayar dana operasional kepada operator.

Terhitung sejak delapan bulan lalu pihak BLU selalu telat menyetorkan dana operasional kepada pihak operator bus. Bahkan tanggungan BLU bulan Maret lalu sebesar Rp25 miliar belum dibayar.

"Kalau tidak bayar maka kemungkinan kita terancam tidak akan beroperasi di Koridor II-VII," ujar Jubir Konsorsium Koridor II - VII Existing Busway, Jables Sihombing di RM Natrabu, Jalan Sabang, Jakarta, Senin (27/4/2009).

Sistem yang diterapkan oleh BLU Transjakarta dengan mengubah jeda waktu keberangkatan dari tiap tiga menit menjadi 15 menit juga mengakibatkan pihak operator bus mengalami kerugian. Pembatasan tersebut membuat frekuensi perjalanan Transjakarta berkurang. Padahal biaya operasional tetap.

Di sisi lain, kebijakan ini juga mengakibatkan jarak headway menjadi lama. Sehingga terjadi penumpukan penumpang di shelter. "Ini akan memberi kesan di masyarakat kalau operator bus gak jelas. Padahal pihak BLU yang membuat kebijakan," ujarnya.

Perubahan jeda waktu keberangkatan dari tiga menit menjadi 15 menit bertujuan untuk menghemat anggaran BLU, karena kewajiban mereka untuk membayar pihak operator berdasarkan perhitungan kilometer minimal.

Minimal kilometer untuk Koridor IV-VII adalah 7.430 kilometer dan Koridor II-III adalah 7.335 kilometer. Adapun tarif per kilometer minimal bus adalah Rp12.885. Jables menegarai kebijakan ini untuk menekan pengeluaran BLU. Tapi sayangnya kebijakan ini mengorbankan pelayanan kepada penumpang.

"Jadwal disusun sepihak oleh BLU Transjakarta. Pihak operator wajib mematuhinya yang berlaku dari 2 November 2008 - Februari 2009," ungkapnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya