Juni, Surabaya Kembali Terancam Banjir Rob

Destyan Soejarwoko, Jurnalis
Rabu 27 Mei 2009 06:03 WIB
Share :

SURABAYA - Masyarakat yang tinggal ataupun memiliki aktivitas di kawasan pesisir pantai diimbau ekstra waspada. Sebab, fenomena air pasang yang terjadi selama tiga hari terakhir diprediksi akan terulang lagi pada awal dan akhir Juni mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak mengkonfirmasi siklus air pasang maksimal akan terjadi pada tanggal 7-10 Juni dan pada tanggal 22-24 Juni. Ketinggian air pada dua periode waktu tersebut hampir sama. Yakni antara 120 centimeter hingga 140 centimeter.

Fenomena air pasang yang selalu diikuti dengan fenomena air surut minimal hingga minus 140 centimeter dari permukaan air laut saat kondisi normal itu sangat berpotensi menyebabkan banjir rob. Persis seperti yang saat ini terjadi di beberapa kawasan Surabaya.

"Gejala ini sebenarnya berulang terus tiap bulan. Cuma biasanya mencapai puncaknya pada bulan-bulan ini akibat posisi bulan dan matahari hampir segaris. Ini menyebabkan daya gravitasi saling menguatkan dan terjadilah fenomena air pasang maksimal seperti terjadi sekarang," terang Kepala Kelompok Teknisi BMKG Maritim Perak Bambang Setiajid, di Surabaya, Selasa (26/5/2009).

Dia mengkonfirmasi, fenomena air pasang maksimal pada awal Juni akan diikuti dengan terjadinya gerhana bulan penumbra pada tanggal 7 Juni. Gerhana yang terjadi mulai pukul 15.32.8 hingga 17.44.4 tersebut bisa dilihat dari Indonesia kawasan tengah dan timur, daratan Australia, Amerika Serikat serta Samudera Pasifik.

"Pada saat itu ketinggian air pasang maksimal di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak diprediksi mencapai kisaran 120-130 centimeter," terangnya. Tapi masyarakat di sekitar pantai boleh sedikit lega. Pasalnya, saat terjadi lagi dua fenomena air pasang maksimal di awal dan akhir Juni mendatang itu, cuaca sudah memasuki musim kemarau.

Hal itu membuat tumpahan air hujan tidak menumpuk di muara dan menyebabkan luberan air di jalanan maupun pemukiman penduduk, seperti terjadi selama 3 hari terakhir.

"Air laut naik mulai pukul 09.00 pagi dan biasanya akan mulai surut pada pukul 13.00. ini sudah rutin terjadi hampir tiap tahun akibat air laut dari pelabuhan Kalimas meluber hingga ke darat," tutur warga di sekitar jalan Kalimas.

Jalur menuju Pelabuhan Ujung, Surabaya memang sempat nyaris putus. Genangan air pasang maksimal di Pelabuhan Tanjung Perak meluber hingga menyebabkan banjir rob hampir 1 meter di Jalan Kalimas maupun pemukiman Kelurahan Morokrembangan.

Sekitar 400 rumah di kawasan yang disebut terakhir ini terendam air laut hingga kedalaman 90 centimeter sejak terjadinya fenomena air pasang yang diprediksi akan berakhir hingga Rabu ini.

(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya