DEPOK - Â Pemberian cincin emas bagi para anggota DPR sebagai tanda kenang-kenangan di akhir masa jabatan ramai diperbincangkan. Presiden PKSÂ Tifatul Sembiring pun mengaku banyak mendapatkan SMS dari banyak pihak yang menanyakan masalah cincin tersebut.
"Memang sudah diberikan? Itu kan baru rumor, tapi belum terbukti, saya belum mendalami dan belum mendapat laporannya, memang ada beberapa SMS sudah masuk, tapi saya akan pelajari dulu masalahnya," katanya kepada wartawan dalam acara Konsolidasi DPD PKS Depok "Pemenangan SBY-Boediono di Wisma Makara UI, Selasa malam (9/6/2009).
Perihal setuju atau tidaknya, Tifatul menegaskan, masih belum dapat memutuskan untuk memberikan pendapat untuk menerima atau menolak cincin tersebut bagi para anggota dewan.
"Saya dalami dulu, saya juga punya cincin nih tapi bukan cincin emas. Satu cincin Rp3,5 juta? Kata siapa, cincin saya tidak sampai Rp3,5 juta," ujarnya sambil berkelakar di depan wartawan.
Tifatul menambahkan, dirinya juga belum dapat memutuskan dan membahas setiap anggota dewan dari Fraksi PKS boleh menerima cincin tersebut atau tidak. "Coba saya dalami dulu, cincin juga belum ada kok, ini kan seperti saya belum belajar namun Anda sudah menguji saya," tegasnya.
Seperti diketahui, masa tugas anggota DPR periode 2004-2009 akan berakhir pada 30 September 2009. Dengan dalih meneruskan tradisi seperti periode sebelumnya, anggota DPR periode 2004-2009 direncanakan memperoleh kenang-kenangan di akhir masa jabatannya. Kabarnya, mereka akan memperoleh kenang-kenangan dalam bentuk cincin emas seberat 10 gram.
(Fitra Iskandar)