PAGARALAM - Aura mistis terpancar saat enam bilah keris dalam berbagai ukuran dipamerkan walikota Pagaralam, Suamtera Selatan, Djazuli Kuris di rumahnya yang asri, di Jalan Air Perikan, Pagaralam, Jumat (3/7/2009).
"Bukan sengaja dicari, melainkan titipan orang. Ada beberapa orang yang percaya senjata pusakanya dititipkan kepada saya," seloroh Djazuli diringi senyum simpulnya.
Semilir dingin kaki gunung Dempo seperti merajuk ke bulu tengkuk. Selintas waktu layaknya terbang ke masa silam, ke masa kejayaan kerajaan-kerajaan Nusantara, di mana Sang Raja dianggap memiliki "tuah" bila memiliki keris pusaka.
"Yang ini namanya Kiyai Sengkelat," tunjuk Walikota, yang dipercayai memimpin kota yang dipagari alam gunung Dempo dan pegunungan Bukit Barisan untuk kedua kalinya itu.
Menurut Djazuli, keris yang ditunjuknya itu merupakan milik masyarakat Besemah yang diserahkan kepadanya sejak 8 Juni 2009 lalu. Sementara keris lainnya yang bernama Tombak Melati Serungge, Banyu Mili, Pedang Kamkam, dan Damar Wuluh, satu per satu, seperti datang sendiri diantar oleh pemiliknya.
Selain keris, Djazuli juga memiliki guci bermotif kembang dengan tutup (kap) kepala anjing. Tak kalah eloknya, koleksi Djazuli lainya adalah Kuris berbentuk sepasang gelang. Gelang itu, entah buatan tahun berapa. Pernah ada ahli arkeologi yang sempat ditanya Djazuli menyerah, tak tahu umur gelang itu.
"Ini gelang naga. Perlambang naga biasanya dekat dengan mitologi Cina. Siapa tahu nanti saya bisa mendekati Putri Mulan bila membawakan gelang ini," canda Djazuli menyebut karakter tokoh kartun Putri Mulan yang terkenal itu.
(Dede Suryana)