DEPOK - Jenazah Letkol Deddy Sudrajat, korban pesawat Avian Star yang jatuh di Wamena 29 Juni lalu sudah diberangkatkan dari Papua menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.
Di rumah duka, Jalan Tenggiri I, 16 A Kelurahan Suka Tani Cimanggis Depok, keluarga dan kerabat terlihat sudah mempersiapkan kedatangan jenazah. Tenda dan sejumlah kursi untuk para pelayat terlihat sudah tertata rapih.
"Jenazah sudah diterbangkan dari Wamena ke Bandara Cengkarenag. Diperkirakan tiba di rumah duka pukul 10.00 WIB malam," ujar Bawono salah seorang kerabat korban, saat ditemui di rumah duka, Sabtu (4/7/2009).
Jenazah dibawa menggunakan Pesawat Merpati dan langsung akan dibawa ke rumah duka. Rencananya, besok jenazah akan dimakamkan secara kemiliteran di Pondok Rangon, Â Jakarta Barat pukul 10.00 WIB.
Deddy Sudrajat, lahir pada 30 Agustus 1958 dan merupakan salah satu penerbang di TNI-AD. Deddy telah mengabdi di TNI selama 30 tahun.
Pesawat Twin Otter milik Maskapai Aviatar, saat nahas ditumpangi  pilot Frans Nobel, co-pilot, Deddy, dan mekanik Ahmad Choirun.
Pesawat dengan nomor sayap PK-BRO itu jatuh di Pegunungan Kurima atau pertengahan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Jayawijaya pada Senin, 29 Juni lalu.
Jatuhnya pesawat Twin Otter ini berawal, saat pesawat yang mengangkut 1.617 kilogram barang ini terbang dari Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo menuju Bandara Wamena.
Pesawat mulai kehilangan kontak setelah selama 30 menit lepas landas dari Bandara Dekai atau sekira pukul 15. 30 WIT, sehingga pesawat yang seharusnya tiba di Bandara Wamena pukul 16.00 WIT malah kehilangan kontak. Tim SAR pun langsung melakukan pencarian dan baru menemukan serpihan pesawat pada Rabu pagi.
(Fitra Iskandar)