YOGYAKARTA - Untuk mengungkap jati diri korban mutilasi yang ditemukan dalam sebuah tas hitam di Bus Sumber Kencono W 7602 UN, saat parkir di Terminal Giwangan, Yogyakarta, Jumat lalu, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta akan menerjunkan ahli Antropologi dan Ahli Dental Forensik.
"Ahli Antropologi akan sangat membantu untuk mengetahui identitas korban mutilasi seperti bagaimana struktur tubuh korban tersebut, termasuk soal jenis kelamin dan sebagainya. Sedangkan ahli dental forensik untuk mengetahui dari struktur giginya," kata Kepala Humas RS Sardjito Trisno Heru Nugroho, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Heru, sejak korban mutilasi dibawa oleh petugas kepolisian dan disimpan di ruang jenazah, hingga saat ini potongan tubuh korban belum dilakukan autopsi atau tindakan lain. Hal itu dilakukan karena pihak Poltabes Yogyakarta belum meminta untuk melakukan tindakan tersebut.
"Autopsi dilakukan atas permintaan pihak polisi. Jika hingga 2 x 24 jam belum juga ada permintaan, maka kami akan melakukan autopsi meski tanpa permintaan pihak kepolisian," tandasnya.
Kandati demikian, dia mengaku hingga Sabtu siang potongan tubuh berupa kepala dan dua lengan tersebut masih teronggok di-freezer kamar jenazah RS setempat.
"Hingga 2 x 24 jam kita harus menunggu permintaan dari kepolisian, tetapi hingga Sabtu ini belum juga ada permintaan, sehingga potongan tubuh tersebut masih tersimpan," ujar Heru.
Heru menambahkan, sekilas potongan tubuh korban mutilasi ini adalah perempuan dan wajah yang bersih serta sedikit riasan dialisnya. "Tanda-tanda itu belum bisa memastikan bahwa korban mutilasi berjenis kelamin wanita karena saat ini banyak waria yang juga menjadi korban pembunuhan" pungkasnya.
(Dede Suryana)