DEPOK - Ratusan orangtua murid SDN Cipayung 1, Cipayung, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, mengeluhkan mahalnya buku materi pelajaran tahun ajaran 2009-2010.
Mereka menilai harga 11 buku pelajaran dan 11 lembar kerja siswa (LKS) sebesar Rp 475.000 terlalu mahal. "Kami keberatan dengan harga buku tersebut. Kalau kami bandingkan dengan harga di toko buku, harga yang ditawarkan sekolah terlalu mahal," kata perwakilan orangtua murid kelas dua SDN 1 Cipayung yang tak mau disebutkan namanya saat mengantar anaknya di SDN Cipayung, Depok, Kamis (16/7/2009).
Hal senada disampaikan para orangtua murid kelas satu. Mereka meminta pihak sekolah menurunkan harga buku. "Katanya sekolah gratis. Gratis apanya. Kami meminta harga buku diturunkan. Kalau tidak beli kami khawatir anak kami ketinggalan pelajaran," tutur perwakilan orangtua murid kelas satu yang juga tak mau disebutkan namanya.
Kepala Sekolah SDN 1 Cipayung, Royadi membantah pihak sekolah menjual buku kepada orangtua murid. Namun pihaknya hanya mengarahkan kepada orangtua murid untuk membeli buku ke toko buku yang telah bekerja sama dengan SDN 1 Cipayung.
"Sekolah dilarang menjual buku. Aturannya begitu. Karena hubungan emosional ada orangtua murid yang menitipkan uang buku ke sekolah karena kesibukan kami terima," tutur Royadi.
Royadi menjelaskan, adanya kerja sama dengan distributor buku itu karena pihak sekolah dilarang menjual buku. Awalnya ada enam distributor yang ingin bekerja sama. Setelah melalui proses seleksi akhirnya tiga distributor yang terpilih.
Mereka terpilih karena buku materi yang ditawarkan bagus dan berkualitas. Buku materi itu dibuat untuk satu tahun pelajaran, tidak per semester. "Sosialisasi ke orangtua sudah dilakukan. Kami sudah memberitahu jika buku yang dibeli berkualitas. Kami juga tidak mewajibkan orangtua murid membeli buku dan tidak ada penekanan terhadap siswanya. Kalau begini saya akan panggil distributornya," tandasnya.
Meski begitu, Royadi mengakui Dinas Pendidikan Kota Depok tidak mengetahui adanya kerja sama antara distributor buku dengan SDN 1 Cipayung. "Kami memang belum koordinasi dengan Disdik tentang kerja sama ini," tuturnya.
(Muhammad Saifullah )