KARANGANYAR - Usulan agar almarhum mantan presiden Soeharto mendapatkan gelar pahlawan nasional kembali bergulir. Meski diprediksi bakal diwarnai kontroversi sejumlah kalangan, namun mantan presiden di era orde baru tersebut jasanya dinilai sangat besar sejak perang kemerdekaan hingga lengser sebagai presiden.
"Banyak buku yang mengupas sejarah Pak Harto dari satu sisi saja. Namun penilaian tentang Pak Harto harus dilihat secara holistik," ujar Dr Warto M Hum, praktisi sejarah dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertema nasionalisme Jenderal Besar TNI (Purn) HM Soeharto sebagai pahlawan nasional yang digelar di monumen Ibu Tien Soeharto di Kecamatan Jaten Karanganyar, Rabu (29/7/2009).
Dengan demikian, menilai sosok Soeharto tidak bisa dilihat hanya ketika saat menjadi presiden saja. Namun penilaian itu harus bersifat menyeluruh semenjak masa perang kemerdekaan hingga turun jadi presiden. Jika dilihat dari perspektif sejarah konvensional, maka hal itu hanya mengungkap elemen tentang siapa, apa, dimana, mengapa, kapan dan bagaimana. Namun jika dilihat melalui perspektif sejarah kritis, maka sosok Soeharto bakal dilihat secara holistik. Dicontohkannya, Soeharto mempunyai jasa besar sejak berkiprah dalam karir militernya.
Salah satu yang monumental adalah peran besarnya yang mampu mempertahankan Yogyakarta sebagai ibu kota Indonesia pada waktu itu. "Ini merupakan tonggak penting yang menunjukkan eksistensi Indonesia diakui oleh dunia," papar dosen tetap Jurusan Sejarah UNS ini.
Terpisah, Ketua Yayasan Keluarga Besar Soeharto (KBS) Agus Kiswadi selaku penyelenggara seminar mengungkapkan, setelah acara ini pihaknya akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar almarhum mantan presiden Soeharto diberi gelar pahlawan nasional mengingat jasanya yang begitu besar bagi Indonesia. Dia juga menandaskan bahwa KBS dibentuk atas ide masyarakat di tingkat bawah yang simpati kepada Pak Harto. "Jadi yayasan ini tidak ada kaitannya dengan keluarga Cendana," terang Agus.
Sementara, Ketua DPRD Karanganyar Juliyatmono menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat guna merekomendasikan usulan agar mantan presiden Soeharto diberi gelar pahlawan Nasional.
(M Budi Santosa)